Oleh: rachmadpratama | Januari 24, 2010

TOKOH MUSIK INDONESIA

By musicislive

Iswargia R. Sudarno dilahirkan dan dibesarkan di Bandung. Ia mulai belajar piano di usia 11 tahun, berturut-turut pada ibu Wibanu, Partisiswojo, John Gobee, dan Oerip S. Santoso. Dalam dua setengah tahun ia telah berhasil memenangkan Kompetisi Piano se-Kodya Bandung, yang dilanjutkan dengan kompetisi-kompetisi piano tingkat daerah di tahun-tahun berikutnya. Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya di Jurusan Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung, ia melanjutkan pendidikan musiknya di Manhattan School of Music, New York, Amerika Serikat, hingga lulus program Master of Music. Selain itu ia juga mengikuti Summer Course di Aspen Music School (AmerikaSerikat), Johannesen Internatinal School of the Arts (Canada), Mozarteum International Summer Academy (Austria). Guru-gurunya mencakup seniman-seniman kenamaan dunia, seperti Karl Ulrich Schnabel, Bela Siki, Gabriel Chodos, Rita Sloan, dan Robert Levin. Selama di Amerika Serikat ia juga belajar direksi orkes pada David Gilbert (Manhattan School of Music) dan Vincent La Selva (The Juilliard School Evening Division).

Disamping tampil solo, Iswargia juga dikenal sebagai pemusik kamar dan pianis pendamping dalam art song. Ia telah tampil di manca negara bersama Trisutji Kamal Ensemble dan pemusik-pemusik kenamaan Indonesia dan luar negri. Iswargia juga dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi, Saat ini ia menjabat sebagai dosen Jurusan Musik, Universitas Pelita Harapan, Karawaci dan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, serta staf pengajar ahli Konservatorium Musik Jakarta. Sebagai organisatoris kegiatan seni dan pendidikan musik, ia pernah menjabat sebagai Koordinator Musik Kamar dan Direktur Akademik Yayasan Musik Internasional. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Akademik Konservatorium Musik Jakarta. Di bidang direksi orkes, ia pernah menjabat sebagai tutor Nusantara Chamber Orchestra dan saat ini menjabat sebagai Direktur Musik National Youth Orchestra Indonesia.

Berikut ini obrolan Iswargia dan Melodia pada hari Kamis, tanggal 8 Desember 2005 di Konservatorium Musik Jakarta :

Melodia : kegiatan Anda selama ini apa saja ?
Iswargia : konser, ngajar di beberapa tempat, sebagai organisator anatara lain di National Youth Orchestra Indonesia, dan konser-konser art song.

Melodia : Selain di dalam negri Anda pernah konser dimana lagi ?
Iswargia : Negara-negara Scandinavia seperti Swedia, Norwegia, Finlandia juga di Spanyol, Perancis. Untuk Afrika saya pernah konser di Maroko dan Mesir. Sedang di Asia saya konser di Kualalumpur dan Bangkok.

Melodia : Menurut pendapat Anda, bagaimana perkembangan musik klasik di Indonesia ?
Iswargia : Bagus, positive dan semakin canggih.

Melodia : Menurut pendapat banyak orang musik klasik hanya dapat dipahami oleh golongan menengah keatas, bagaimana menurut pendapat Anda ?
Iswargia : karena kurangnya kesempatan mendengar dan belajar. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan ekonomi. Semakin baik perekonomian semakin banyak pula kesempatan untuk belajar musik. Orang Indonesia mempunyai potensi cukup baik di bidang musik.

Melodia : Untuk konser musik klasik, gedungnya sudah memenuhi syarat atau belum ?
Iswargia : menurut saya, untuk sementara ini yang cukup memadai adalah Erasmushuis dan Goethe.

Melodia : Anda pernah berkolaborasi dengan siapa saja ?
Iswargia : Trisutji Kamal, Miwako Fukushi, Bagus Wismakarma, Binu Sukaman, Aning Katamsi, dll.

Melodia : Apa harapan Anda bagi perkembangan musik klasik dan pianis pianis muda Indonesia ?
Iswargia : Semakin maju, semakin berkembang dengan kompetisi yang sehat.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.